Senin, 16 November 2015

Benarkah Obat Merk Dagang Lebih Baik?

Beberapa waktu lalu saat saya memberi kuliah Farmakologi tentang Penggolongan Obat dan Terapi Rasional, salah satu mahasiswa bertanya tentang perbedaan antara obat dalam Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN), obat paten dan generik. Maka, kali ini saya akan sedikit membahasnya.

Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) merupakan daftar yang berisikan obat terpilih yang paling dibutuhkan dan diupayakan tersedia di unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya. DOEN merupakan standar nasional minimal untuk pelayanan kesehatan. Dikatakan esensial karena merupakan obat terpilih yang paling dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan. DOEN ini selalu dievaluasi dan direvisi meskipun tidak setiap tahun, bisa 2 tahun sekali atau lebih. Contohnya obat yang sudah tidak ada di pasaran atau ditarik dari pasaran tentunya sudah tidak masuk dalam DOEN lagi.

Obat paten merupakan obat yang memiliki hak paten, yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang baru ditemukan berdasarkan riset industri farmasi tersebut dan diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagai tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional. Nah, obat yang telah diberi hak paten tersebut tdk boleh diproduksi dan dipasarkan dengan nama generik oleh industri farmasi lainnya tanpa izin pemilik hak paten selama masih dalam masa hak paten, umumnya sekitar 20 tahun dan tidak dapat diperpanjang. 

Jumat, 13 November 2015

Curcumin Sebagai Herbal Medicine untuk Antikanker

Herbal Medicine sebagai sarana pengobatan alternatif telah mendapat perhatian masyarakat luas akhir-akhir ini. Selain menjanjikan nilai ekonomi, herbal medicine bisa memperkecil efek negatif dari penggunaan obat kimiawi. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengembangkan potensi tanaman herbal bagi kesehatan (herbal medicine). Pengembangan obat herbal meliputi jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

Indonesia sebagai negara yang mempunyai beragam hayati dan kaya tanaman obat tidak menyia-yiakan anugerah yang besar tersebut. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) di Tawangmangu, Jawa Tengah, sebagai lembaga penelitian dan pengembangan herbal. 

Tulisan kali ini akan membahas potensi curcumin dalam herbal medicine sebagai anti kanker. Curcumin merupakan salah satu zat aktif yang terdapat di dalam kunyit (Curcuma longa), jahe (Zingiber officinale) dan bangle (Zinggiber cassumunar Roxb.). Curcumin secara in vitro dan in vivo telah terbukti memiliki potensi terapeutik sebagai antioksidan kuat, antivirus dan antibakteri. Curcumin juga memiliki potensi besar untuk digunakan melawan kanker melalui beberapa jalur, khususnya pada kanker kolon. Sebagai antioksidan, Curcumin bekerja secara langsung dalam menurunkan kadar Reactive Oxyigen Species (ROS) yang berlebihan pada stres oksidatif. Selain itu, mengaktivasi jalur Keap1-Nrf2, menginduksi translokasi Nrf2 dari sitoplasma ke nukleus, sehingga mengaktifkan pembentukan protein-protein yang berfungsi sebagai antioksidan.
1 Herbal Medicine UNEJ 

Penjelasan lebih lengkap mengenai potensi curcumin dalam herbal medicine; sebagai antikanker, bisa temans kunjungi link url berikut; https://desiemeilana.wordpress.com/2015/11/09/herbal-medicine-unej-curcumin-anti-kanker/


Referensi:

Kamis, 12 November 2015

Manfaat Kulit Rambutan Sebagai Antidiabetes

Herbal Medicine Indonesia

Indonesia sejak dulu kala telah dikenal dengan keragaman hayatinya yang terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Pusat penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional yang berada di Tawangmangu - Karanganyar - Jawa Tengah merupakan salah satu lembaga penelitian tanaman obat di Indonesia. Sedangkan salah satu kampus di Indonesia yang tengah giat mengembangkan Wahana Edukasi Tanaman Obat dan konsen dalam penelitian tentang herbal medicine adalah Universitas Jember (UNEJ). 

Herbal medicine UNEJ mengalami perkembangan yang patut dibanggakan dan anda bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai Wahana Edukasi Tanaman Obat UNEJ dan agroteknopark UNEJ disini.

Pada tulisan kali ini kita akan membahas herbal medicine; ekstrak kulit rambutan, sebagai tanaman obat antidiabetes.

American Diabetes Association (ADA) 2006, mendefinisikan diabetes melitus (DM) sebagai suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. DM dibagi menjadi dua katagori utama berdasar pada sekresi insulin endogen yaitu insulin dependent diabetes mellitus (IDDM) dan non insulin dependent diabetes mellitus (NIDDM). NIDDM juga dikenal sebagai diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2).

Penelitian-penelitian epidemiologi menunjukkan bukti adanya peningkatan insiden DM di seluruh dunia termasuk Indonesia. WHO memprediksi kenaikan jumlah penderita DM di Indonesia menjadi hampir tiga kali lipat dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Komplikasi DM dapat mengenai beberapa organ, oleh karena itu penelitian mengenai mekanisme penyakit ini dan terapinya terus dikembangkan, salah satunya melalui pengembangan obat-obatan yang berasal dari alam (herbal).

Senin, 18 Agustus 2014

Ajari Anak Anda Tingkatan Suara dan Tempat Pemakaiannya

Mengajari anak kita mengenai tingkatan-tingkatan suara (intonasi) dan tempat pemakaiannya adalah sesuatu yang perlu. Berbisik, suara yang rendah untuk percakapan rahasia, sehingga tidak mengganggu orang tidur. Perkataan dengan intonasi atau aksen datar, dipakai dalam kehidupan sehari-hari seperti ketika bermain dan bercakap-cakap. Kemudian suara tinggi dipakai saat minta tolong, memperingatkan seseorang yang ada dalam bahaya tetapi ia tidak melihatnya.

Contoh berikut akan menjelaskan apa yang kita maksudkan. Ahmad berusia 4 tahun, dia meminta apa saja kepada ibunya dengan cara berteriak keras sekali. Sepertinya teriakan si Ahmad itu sebagai ganti dari bicaranya. Kemudian sang ibu ingin mengajarinya bagaimana berbicara dengan lebih tenang. Sang ibu berbicara kepada putranya, "Mari kita berbicara tentang suara." Suara itu adakalanya tinggi dan keras -lalu ia berbicara dengan suara tinggi-, adakalanya pelan dan halus -ia merendahkan suaranya dan berbicara dengan intonasi normal tanpa emosi-. "Anakku..., mari kita berlatih". "Ibu ingin mendengar suara yang tinggi." Ahmad tersenyum lalu berteriak, "Ini suara keras", katanya. Ibunya menjawab "bagus". "Sekarang ibu ingin mendengar suara kamu yang pelan." Lalu Ahmad berbisik, "Ini suara pelan ...". "Bagus sekali", kata ibunya. "Anakku..., saat kamu meminta sesuatu, berbicaralah dengan suara pelan dan tenang!". 

Berikutnya, setiap kali Ahmad meminta sesuatu dengan suara pelan, ibunya memberinya penghargaan atau hadiah. Dengan demikian bisa diperkirakan hasilnya, tentunya sang anak akan termotivasi untuk menggunakan tingkatan-tingkatan suara sesuai pada tempatnya.

Sabtu, 15 Februari 2014

Kejang Demam dan Cara Penanganannya

kejang-demam
Kali ini saya ingin berbagi cerita dan pengalaman menghadapi kejang demam pada anak. Qadarullah, anak saya yang kedua juga mengalaminya. Kejang pertama kali terjadi saat ananda berumur 22 bulan. Saat itu ananda memang sedang demam, sekitar 39 derajat celcius. Sempat kaget karena sama sekali tidak mengira hal ini akan terjadi pada anak saya, mengingat saya dan suami tidak memiliki riwayat kejang demam saat kecil, begitu juga keluarga kami, sepengetahuan kami. Alhamdulillah anak pertama saya tidak mengalami hal ini.

Kejang selalu merupakan peristiwa yang menakutkan bagi orang tua. Pada saat kejang sebagian besar orang tua beranggapan bahwa anaknya akan meninggal. Kecemasan ini harus dikurangi dengan cara yang diantaranya:
  1. Mengetahui bahwa kejang demam umumnya mempunyai prognosis baik
  2. Mengetahui cara penanganan kejang
  3. Mengetahui adanya kemungkinan kejang kembali
  4. Pemberian obat untuk mencegah rekurensi memang efektif tetapi harus diingat adanya efek samping.

Apa yang dimaksud dengan kejang demam? Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal di atas 38 derajat celsius) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam terjadi pada 2-4% anak berumur 6 bulan – 5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian mengalami kejang demam, tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam. Bila anak berumur kurang dari 6 bulan atau lebih dari 5 tahun mengalami kejang didahului demam, maka pikirkan kemungkinan lain misalnya infeksi SSP (sistem syaraf pusat), atau epilepsi yang kebetulan terjadi bersama demam.

Sabtu, 01 Februari 2014

DIABETES... Waspadai Kaki Anda

tips-diabetes
Bagi penderita diabetes, kondisi kakinya disebut sebagai kelompok patologis, yang berdampak pada ujung anggota tubuh bagian bawah, yang menandakan bahwa penderita diabetes mengindap trauma mekanik atau listrik yang mengakibatkan tidak dapat disembuhkannya penyakit tersebut disebabkan berbagai faktor pendukung yang terkait dengan komplikasi diabetes.

Tanda-tanda seseorang terjangkit diabetes dapat dilihat dari kondisi kaki orang yang terkena diabetes seperti kaki membengkak, meradang, berkoreng, luka pada jari-jari kaki, pada punggung dan tumit kaki yang sulit disembuhkan. Luka pada kaki yang disebabkan diabetes, pada umumnya menyebabkan terjadinya 15 luka lain. Terlebih pada saat penderita diabetes tidak mampu mengontrol tingginya gula dalam darah.

Kondisi ini akan mengakibatkan terserangnya saraf yang kemudian akan merusak ujung saraf. Sehingga penderita diabetes tidak lagi dapat merasakan dingin, panas ataupun rasa sakit. Sebagaimana kondisi tersebut juga akan membuat kulit kering, kasar dan rentan pecah-pecah sehingga menyebabkan bakteri mudah masuk ke dalam kaki dan mengurangi keluarnya keringat dari kaki yang pada akhirnya kulit kehilangan kelembabannya. Oleh karenanya tanpa disadari penderita diabetes rentan mengalami luka pada kaki. Bahkan terkadang penderita diabetes berjalan seharian sementara di dalam sepatunya ada serbuk kayu, pasir atau benda asing lainnya tanpa ia sadari. Hal ini menyebabkan terbukanya peluang lebar bagi luka kecil di kaki menjadi membesar.

Rabu, 11 Desember 2013

Si Kecil Keras, Suka Mengobrak-Abrik dan Bikin Berantakan



Sikap keras, suka menjerit, dan merusak yang sering dilakukan oleh balita, dalam ilmu kedokteran dikenal dengan istilah temper tantrum. Temper tantrum adalah suatu letupan amarah anak di saat anak mulai menunjukkan kemandirian dengan sikap negatifnya, seperti menggunakan alat-alat yang ada ditangannya. Dalam kondisi ini si kecil sedang lepas kendali, sehingga dia kadang melempar gelas, piring, mengetok-ngetok perabotan rumah, mencorat-coret, mengoyak dan mencabik-cabik kertas, mengobrak-abrik barang dan perilaku negatif lainnya.

Ulah dan tingkah laku seperti ini adalah normal-normal saja dilakukan oleh anak pada fase pasif. Hal ini menunjukkan perkembangan kecerdasan anak dan semangat beraktifitasnya. Umumnya, tingkah laku tersebut dilakukan oleh balita dengan umur antara 1,5 hingga 3 tahun. Pada usia ini balita akan mengalami perkembangan sifat, sudah mengenal dirinya, suka berbohong, dan suka memiliki.

Perilaku anak seperti ini juga bisa kian bertambah disebabkan oleh faktor orang tua, misalnya; karena terlalu berlebihan dalam memanjakan sang anak. Hal tersebut bisa juga disebabkan karena kurangnya kasih sayang orang tua pada si anak; seperti orang tua yang kurang memberinya perhatian, meresponnya dan memperlakukannya secara kasar.

Solusi yang paling ampuh untuk mengatasi sikap anak ketika mengalami temper tantrum adalah menjaga mental dan psikologinya dari dalam dirinya sendiri. Contohnya, membiarkan apa yang sedang dia lakukan. Jangan membentak dan memarahinya! Karena setelah merasa bosan dan tahu bahwa yang dilakukannya tidak berpengaruh pada dirinya, dia akan meninggalkan perbuatan tersebut. Nah, secara tidak langsung ulah dan tindakannya itu akan teratasi dengan sendirinya.

Rabu, 27 November 2013

Pemakaian Dot pada Balita: Antara Keinginan dan Ketakutan

Sudah sekian lama DokterMuslimah off dari meng-update postingan fresh seputar dunia kesehatan dan anak karena kesibukan belajar, pindah kota (adaptasi), dan berbagai urusan keluarga. Alhamdulillah setelah kehidupan kami di kota yang baru sudah mulai bisa dicermati iramanya, kami bertekat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pembaca sekalian. Kali ini kami akan membahas seputar penggunaan dot pada balita.

Penggunaan dot pada anak balita sudah begitu meluas. Kendatipun demikian, manfaat dan madhorot dalam pemakaiannya sampai sekarang masih diperdebatkan. Pada dasarnya, tidak sedikit keluarga yang cemas dan merasa khawatir terkait efek penggunaan dot pada anak.


Bahayakah Dot Bagi Pertumbuhan Fisik dan Psikologi Anak?

Penggunaan dot pada tahu-tahun pertama usia si anak, tidak akan membahayakan pertumbuhan fisik si kecil. Tetapi masalah penggunaan dot akan timbul setelah si anak memasuki usia 2 sampai 3 tahun. Penggunaan dot pada usia 2 sampai 3 tahun bisa merusak pertumbuhan gigi dan rahang, akan tetapi tidak akan mengganggu mental atau psikologi si anak.

Jika anak kita masih seusia bayi dan suka memakai dot, maka kondisi seperti ini adalah wajar dan biarkan saja. Karena banyak bayi yang suka mengedot sebelum terlelap dalam tidurnya. Yang menjadi masalah, sebagian balita sering terbangun kalau dot tersebut dicabut dari mulutnya yang mungil. Perlu diperhatikan agar jangan sampai dot itu dicabut dengan tiba-tiba, sebab itu merupakan ganti dari kebiasaannya mengedot pada puting ibunya.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah pemilihan bentuk dan ukuran dot. Pilihlah ukuran yang cocok untuk si bayi, sesuaikan umur, kriteria dan cara-cara pemakaiannya yang benar. Pada dasarnya ada 2 kriteria dot: Dot untuk usia di bawah 6 bulan dan usia lebih dari 6 bulan.

Minggu, 18 Agustus 2013

MASTITIS: Masalah Ibu Menyusui

Mastitis merupakan masalah yang sering dijumpai pada ibu menyusui. Diperkirakan sekitar 3-20% ibu menyusui dapat mengalami mastitis. Adanya mastitis biasanya menurunkan produksi ASI dan menjadi alasan ibu untuk berhenti menyusui, oleh karenanya penting untuk dicegah dan jika terjadi mastitis harus segera mendapat penanganan yang tepat, baik oleh bidan, dokter ataupun konselor laktasi. Sehingga diharapkan ibu bisa terus menyusui bayinya dan bayipun mendapatkan haknya berupa makanan terbaik yaitu ASI.

Sebagian besar mastitis terjadi dalam 6 minggu pertama setelah bayi lahir (paling sering pada minggu ke-2 dan ke-3), meskipun mastitis dapat terjadi sepanjang masa menyusui bahkan pada wanita yang sementara tidak menyusui.

Definisi dan Diagnosis

Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Dalam proses ini dikenal pula istilah stasis ASI, mastitis tanpa infeksi, dan mastitis terinfeksi. Stasis ASI terjadi apabila ASI menetap di bagian tertentu payudara, karena saluran tersumbat atau karena payudara bengkak. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi, dan bila telah terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi. Diagnosis mastitis ditegakkan berdasarkan kumpulan gejala sebagai berikut:

  • Demam dengan suhu lebih dari 38,5 0C
  • Menggigil
  • Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
  • Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri.
  • Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin.
  • Timbul garis-garis merah ke arah ketiak.


Selasa, 30 Juli 2013

Mengatasi Si Kecil Suka Berbohong

Berbohong adalah kebiasaan yang sangat tidak baik untuk anak-anak. Karena umumnya, kebiasaan ini akan terbawa hingga anak beranjak dewasa. Sifat berbohong ini biasanya ditimbulkan karena rasa takut, khususnya pada masa kanak-kanak. Mungkin takut dihukum karena melakukan kesalahan atau perangai yang tidak baik. Bisa juga anak berbohong karena ingin mendapatkan sesuatu yang tidak dibolehkan atau dilarang oleh orang tuanya. Di sini jelas, bahwa tujuan anak berbohong adalah untuk menjaga dan melindungi dirinya. Kebiasaan yang tidak baik ini berkaitan dengan dua kebiasaan lain yang tidak terpuji, yaitu mencuri dan curang. Ketiga sifat buruk ini termasuk sifat tidak amanah, sekalipun orang yang berbohong bertujuan melindungi dirinya dari hukuman atas kesalahan yang telah dilakukannya.

Dalam studi para pakar ilmu kriminal disebutkan, bahwa kriminal anak dikategorikan sebagai bentuk kriminal khusus. Rumusnya adalah anak yang memiliki sifat pembohong biasanya mempunyai dua kebiasaan yang tidak baik; suka curang dan mencuri. Dari sini akan tampak jelas adanya kaitan erat yang menghubungkan sifat-sifat tersebut. Berbohong, suka curang, dan suka mencuri dogolongkan dalam satu bentuk kejahatan, yaitu tidak amanah.

Para pengasuh dan pendidik anak biasanya sering menggunakan cara paksa untuk mengubah anak-anak yang telah terbiasa dengan budaya ini. Cara tersebut tentunya tidak efektif, karena hasilnya akan membuat anak semakin nakal dan berkelakuan yang macam-macam. Jadi, para tua hendaknya menggunakan cara lain untuk mengatasi kebiasaan anak yang suka berbohong. Dan tentunya, orang tua tidak akan mendapatkan cara lain yang benar-benar efektif dan positif, jika tidak mempelajari terlebih dahulu macam-macam motif dan alasan mengapa anak berbohong dan apa faktor penyebabnya. Nah, setelah mengetahui dan mengenal penyebabnya, barulah orang tua bisa dengan mudah mengatasi penyakit yang berbahaya ini.

Minggu, 21 Juli 2013

Mengatasi Rasa Takut Pada Anak

Rasa takut adalah perasaan yang bisa dialami oleh setiap orang sebagai respon terhadap bahaya yang timbul, atau reaksi psikologis yang membantu memobilisasi tubuh seseorang untuk bereaksi terhadap bahaya dalam kehidupannya setiap hari. Dengan reaksi ini, perangai dan perilaku seseorang bisa berubah secara otomatis untuk mengantisipasi bahaya yang datang. Perasaan ini timbul dari dalam diri seseorang ditandai dengan cepatnya detakan jantung dan menghindar dari tempat atau situasi yang tidak nyaman.

Akan tetapi, balita tidak bisa melakukan hal yang sama layaknya orang dewasa ketika menghadapi rasa takut. Ketika rasa takut melanda si kecil, dia akan mencari perlindungan orang tuanya. Reaksi itu akan disampaikan melalui perkataan atau tindakan. Terkadang rasa takut yang timbul dalam diri anak-anak datang tanpa sebab. Bahkan hanya dengan ilusi sederhana saja si anak sudah takut.

Perkembangan Rasa Takut

Reaksi dari rasa takut yang dialami oleh bayi hanya bisa dikenal dan diungkapkannya ketika dia sudah di akhir usia 4 bulan. Pada usia ini, kita dapat mencermati rasa takut bayi akan timbul ketika si bayi melihat sesuatu yang tidak dikenalnya atau sesuatu yang asing baginya. Sebagai respon rasa takutnya, biasanya si bayi akan langsung mencari orang tuanya dan mendekapnya. Hingga hampir genap usia 1 tahun, si bayi suka sekali main sendiri, dan rasa takut itu sedikit demi sedikit mulai berkurang. Di usia ini, si bayi sudah bisa menyampaikan pesan perasaan menerima, suka, menolak, ataupun takut. Setelah genap usia 1,5 tahun (satu setengah tahun), rasa takut terhadap orang yang tidak dikenal sudah berkurang, maka dia sudah bisa berinteraksi dan berbagi dengan lingkungan sekitar, serta sudah bisa bermain dengan yang lain.

Semenjak usia ini juga, akan nampak indikasi atau tanda-tanda perilaku yang bermasalah dari si bayi. Dengan usianya yang bertambah, dia sudah bisa mengenal dirinya. Apabila pendidikan dan pengasuhan anak dilakukan dengan baik, maka dia akan menangkap dan mudah untuk berinteraksi dengan orang lain. Si anak akan berani menghadapi resiko dan tidak takut terhadap situasi yang menyulitkannya. Dengan demikian, keterkaitannya dengan orang tua akan berkurang ketika menghadapi rasa takut. Variasi pendidikan dan pengasuhan orang tua yang diberikan kepada anak dapat menanamkan rasa percaya diri pada anak dan tidak cemas tatkala menghadapi rasa takut.

Jumat, 05 Juli 2013

Penyebab Perdarahan Pada Usia Kehamilan Lanjut

Penyebab tersering perdarahan pada usia kehamilan lanjut yaitu > 20 minggu antara lain adalah plasenta previa dan solusio plasenta,

PLASENTA PREVIA
Plasenta previa adalah plasenta yang berimplantasi pada segmen bawah rahim sehingga dapat menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Terdapat 4 jenis plasenta previa, yaitu:
  1. Plasenta previa totalis : ostium uteri internum tertutup oleh plasenta
  2. Plasenta previa partialis : sebagian ostium uteri internum tertutup oleh plasenta
  3. Plasenta previa marginalis : tepi plasenta berada di tepi ostium uteri internum
  4. Plasenta letak rendah : implantasi plasenta pada segmen bawah rahim sehingga tepi plasenta sebenarnya tidak mencapai ostium uteri interim.

A. Implantasi plasenta normal. B. Plasenta letak rendah C. Plasenta previa partialis D.Plasenta Previa totalis

Derajat plasenta previa tergantung pada dilatasi servik saat pemeriksaan. Plasenta letak rendah pada pembukaan 2 cm dapat menjadi plasenta previa partialis pada dilatasi 8 cm. Sebaliknya plasenta previa yang terlihat menutupi seluruh ostium uteri internum sebelum terdapat dilatasi servik, pada pembukaan 4 cm bisa saja menjadi plasenta previa partialis. Vaginal toucher untuk menegakkan diagnosis dan menentukan jenis plasenta previa harus dlakukan di kamar operasi yang sudah siap untuk melakukan tindakan SC (“Double Setup”).

Jumat, 28 Juni 2013

Keguguran: Gejala dan Penanganan

Keguguran atau yang dalam istilah kedokteran dikenal sebagai aborsi (abortus) adalah pengeluaran hasil konsepsi atau pembuahan sebelum janin dapat hidup di luar kandungan, dengan berat badan janin kurang dari 500 gram dan usia kandungan kurang dari 20 minggu. Usia kehamilan yang cukup bulan/ aterm adalah 37 – 40 minggu.

Tanda-Tanda Terjadinya Abortus
  1. Terjadi kontraksi uterus/ rahim
  2. Terjadi perdarahan uterus/ rahim
  3. Dilatasi serviks (pelebaran mulut rahim)
  4. Ditemukan sebagian atau seluruh hasil konsepsi/ pembuahan
Etiologi Abortus
Penyebab keguguran sebagian tidak diketahui secara pasti tetapi terdapat beberapa faktor yang dianggap dapat menyebabkan terjadinya abortus, antara lain kelainan kromosom, terganggunya pemberian zat-zat makanan pada hasil konsepsi, radiasi, virus, obat-obatan, kelainan pada plasenta, penyakit ibu (pneumonia, tifus abdominalis, pielonefritis, malaria, dll), mioma submukosa, rendahnya kadar hormon progesteron, dll. Anemia berat, keracunan, laparatomi, peritonis umum dan penyakit menahun seperti brusellosis, mononukleosis, toksoplasmosis juga dapat menyebabkan abortus walaupun lebih jarang.

Klasifikasi Abortus
Abortus diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:
  1. Abortus spontan adalah pengakhiran kehamilan sebelum 20 minggu yang berlangsung tanpa tindakan/ tanpa disengaja.
  2. Abortus buatan adalah pengakhiran kehamilan sebelum 20 minggu akibat tindakan yang disengaja.
  3. Abortus terapeutik adalah abortus buatan yang dilakukan pada kehamilan sebelum 20 minggu atas indikasi tindakan medis.
Abortus spontan maupun buatan bisa berupa abortus imminens, insipiens, kompletus, inkompletus, infeksius, missed abortion.

Jumat, 21 Juni 2013

Penanganan dan Perawatan Masa Nifas

Masa nifas (puerperium) merupakan masa pembersihan rahim yang bermula saat partus selesai, dan berakhir setelah kira-kira 6 minggu atau 40 hari setelah melahirkan. Perawatan masa nifas dimaksudkan untuk mengembalikan alat-alat kandungan dan alat genetelia pulih kembali seperti sebelum ada kehamilan. Alat genetelia biasanya memerlukan waktu 3 bulan untuk bisa pulih kembali. 

Perawatan masa nifas sebenarnya dimulai sejak kala uri dengan menghindarkan adanya kemungkinan-kemungkinan perdarahan post partum dan infeksi. Apabila didapati ada perlukaan pada jalan lahir atau luka bekas episiotomi, lakukan penjahitan dan perawatan luka dengan sebaik-baiknya. Berikut merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan dan perawatan masa nifas:

PENANGANAN
Kebersihan Diri 
  • Jaga kebersihan seluruh tubuh
  • Bersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air, membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih   dahulu, dari depan ke belakang, baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Bersihkan vulva setiap kali selesai buang air kecil atau besar.
  • Ganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di bawah matahari atau disetrika.
  • Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelamin.
  • Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, hindari menyentuh luka.

Rabu, 12 Juni 2013

Pemeriksaan USG Pada Kehamilan

Pada saat Ibu melakukan ANC (Ante Natal Care) ke dokter, maka akan dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan USG (Ultrasonografi). Tujuan pemeriksaan USG pada trimester pertama berbeda dengan trimester kedua dan ketiga. Berikut akan dibahas hal-hal yang dilakukan saat pemeriksaan dengan USG pada trimester pertama sampai trimester ketiga

Trimester Pertama :
  • Lokasi kantong gestasi (kantong kehamilan): normalnya di uterus (rahim)
  • Identifikasi janin
  • Panjang ubun-ubun - bokong
  • Gerakan jantung janin
  • Jumlah janin
  • Evaluasi uterus (rahim) dan adneksa
Trimester kedua dan ketiga :
  • Jumlah janin
  • Letak dan presentasi: sungsang, melintang, dll.
  • Gerakan jantung janin
  • Lokasi plasenta: fundus, korpus, atau letak rendah atau bahkan di bagian bawah menutupi jalan lahir.
  • Volume cairan amnion: cukup, kurang (oligohidramnion), lebih (polihidramnion/ hidramnion)
  • Usia gestasi (usia kehamilan)
  • Estimasi berat janin
  • Survei anatomi janin: kelengkapan organ janin
  • Evaluasi massa panggul ibu: normal atau CPD (chephalo pelvic disproportion)
Dengan mengetahui tujuan pemeriksaan USG, maka ibu bisa menanyakan kepada dokter yang memeriksa mengenai keadaan kehamilan ibu. Semoga bermanfaat...




-    dr. Desie Dwi Wisudanti -


Sumber:
- Buku Ilmu Kandungan Sarwono 
- http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_ultrasonography (gambar)

Minggu, 02 Juni 2013

GEJALA dan TANDA KEHAMILAN: Presumptive, Probable & Positive Diagnosis

gejala kehamilan
Sebelumnya telah dibahas mengenai tanda-tanda kehamilan seperti tidak menstruasi, payudara mengencang, mudah lelah, mual muntah, dll, yang bisa dibaca di http://www.doktermuslimah.com/2013/01/mengenal-lebih-dekat-tanda-tanda.html
Pada dasarnya, tanda-tanda tersebut masih merupakan tanda tidak pasti, lebih lengkapnya tanda dan gejala kehamilan dapat dibagi menjadi:
  • Dugaan kehamilan (presumptive)
  • Kemungkinan kehamilan (probable)
  • Diagnosis pasti kehamilan (positive)

DUGAAN KEHAMILAN (Presumptive Diagnosis)

Gejala:
1. Amenorea :
  • Berhentinya menstruasi disebabkan oleh kenaikan kadar estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum
  • Mempunyai arti penting dalam dugaan kehamilan hanya bila siklus haid sebelumnya berlangsung secara teratur dan spontan.
  • Selain kehamilan, amenorea juga dapat terjadi akibat : ketegangan emosional, penyakit menahun, obat-obat opioid dan dopaminergik, penyakit endokrin dan tumor ginekologi tertentu.
2. Mual dan muntah:
  • 50% diderita oleh ibu hamil, mencapai puncak pada 8 – 12 minggu
  • Keluhan semakin berat pada pagi hari (“morning sickness”)
  • Derajat keluhan dipengaruhi oleh ketegangan emosi
  • Hiperemesis gravidarum: mual muntah disertai dengan dehidrasi dan ketonuria sehingga mengganggu aktivitas keseharian pasien. Keadaan ini memerlukan perawatan intensif di Rumah Sakit  
  • Terapi emesis gravidarum sedang:
    • Makan sedikit dan sering
    • Dukungan emosional
    • Vitamin B6 dosis tinggi dan Vitamin prenatal
    • Anti muntah diberikan sebagai pilihan akhir
  • Keluhan mual disebabkan oleh kenaikan kadar hCG dimana pada trimester I kadar hCG dapat mencapai 100 mIU/ml.

Kamis, 23 Mei 2013

Pentingnya Motivasi Dalam Mendidik Perilaku Anak

Memberikan pujian dan penghormatan atas prestasi anak merupakan salah satu metode pendidikan dasar dalam pembinaan perilaku anak. Pujian harus diberikan kepada siapa saja yang berperilaku baik, terutama kepada anak, dan jangan sampai ditunda-tunda. Sebab hal ini juga merupakan alat dan sarana yang ampuh dalam mencetak jiwa seseorang, menghilangkan pandangan negatifnya, serta membangun rasa percaya dirinya. Pujian ini tidak hanya dibutuhkan oleh anak-anak saja, tetapi orang dewasa adakalanya juga membutuhkannya. Sikap ini merupakan refleksi dari penerimaan lingkungan terhadap seseorang. Dan terkadang ini memiliki pengaruh besar dalam jiwa seseorang sebagai bukti sehatnya kondisi psikologisnya.

Seorang anak kecil yang dipuji karena perangainya yang baik budi akan menjadikannya merasa semangat untuk terus mempertahankan dedikasinya tersebut dan mengulanginya pada suatu saat nanti. Misalnya, ketika si kecil yang biasanya mengompol kemudian tidak mengompol di malam hari, maka si ibu sebaiknya langsung memuji perangainya; baik dengan mencium si kecil, memujinya, memberinya motivasi, atau memberinya hadiah.

Pujian atau rasa senang dari orang yang banyak merupakan pujian pada level yang tinggi dan sangat mempengaruhi watak dan perilaku seseorang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Semua bentuk ekspresi wajah yang senang dan berseri-seri ini merupakan ungkapan perasaan yang mudah dilakukan, apalagi terhadap anak-anak. Masa kanak-kanak adalah masa yang sangat membutuhkan perasaan ini. Terkadang orang tua sedikit pelit memberikan ungkapan atau perhatian terhadap perilaku anak yang baik dan tidak mau memuji anak dengan perkataan yang manis, atau memberikan sedikit ekspresi wajah yang ceria karena anaknya yang pintar.

Jumat, 17 Mei 2013

Cara Mengatasi Si Kecil Sering Membenturkan Kepala

Pada umumnya anak lelaki lebih sering membenturkan kepalanya dibanding anak perempuan. Kebiasaan ini biasanya terjadi saat si kecil berusia 6 bulan ke atas, dan mencapai puncaknya pada usia 18-24 bulan. Ada banyak alasan kenapa si kecil suka membenturkan kepalanya, diantaranya; untuk menenangkan diri dan membuatnya merasa nyaman, sebagai pereda nyeri ketika tumbuh gigi atau yang lainnya. Mungkin dengan ini rasa sakitnya bisa teralihkan. Alasan lainnya adalah karena frustasi. Ketika si kecil membenturkan kepala saat tantrum, sangat mungkin dikarenakan frustasi yang mendalam. Si kecil telah mengetahui banyak hal, akan tetapi tidak bsa mengungkapnya dengan kata-kata. Dan yang terakhir adalah karena mencari perhatian.

Ketika segala permintaan anak selalu dituruti tanpa ada sikap yang bijak dari keluarga, maka pada saat meminta hal tertentu dan tidak dituruti, si kecil akan merasa stres dan frustasi. Dalam kondisi seperti ini segala kemungkinan bisa terjadi, karena si kecil tidak dapat menahan emosinya. Bisa saja dilampiaskan dengan kemarahan dengan menjerit atau membenturkan kepala ke dinding, lantai atau ranjangnya. Hal tersebut tentunya membahayakan pertumbuhan si kecil.

Untuk itu, orang tua dituntut untuk bisa menuntun dan bersikap bijak kepada anak. Keluarga harus bisa menciptakan suasana yang kondusif, agar balita bisa merasa aman dan tenang. Jangan sampai terlalu mengikuti dan menuruti permintaan anak. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini. Dia harus bisa mengarahkan dan memahamkan anaknya ketika dia meminta hal yang macam-macam.Sebab perilaku ini apabila dibiarkan dan terus dituruti akan berkembang dan tumbuh sesuai dengan tingkatan umurnya. Pada akhirnya orang tua yang akan kerepotan dan merasa cemas.

Selasa, 07 Mei 2013

Pencegahan dan Penanganan Diare Pada Anak

dokter muslimah
Diare atau mencret adalah suatu kondisi dimana seseorang buang air besar 3 kali atau lebih dalam satu hari dan tinja atau feses yang keluar berupa cairan encer atau sedikit berampas, kadang juga bisa disertai darah atau lendir tergantung pada penyebabnya. Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), anak dinyatakan menderita diare bila buang air besarnya “lebih encer” dan “lebih sering” dari biasanya. Gejala ikutan lainnya adalah demam dan muntah. Kadangkala gejala muntah dan demam mendahului gejala mencretnya. 

Jenis Diare
Berdasarkan jangka waktu terjadinya, diare dibagi menjadi dua, yaitu diare akut dan kronis. Diare akut terjadi sampai dengan 7 hari, sedangkan diare kronis terjadi lebih dari 2 minggu. Di Indonesia, lebih banyak kasus diare akut dibandingkan yang kronis.

Pola Umum Buang Air Besar Pada Bayi dan Anak-anak
Sebelum membicarakan lebih jauh mengenai diare, sebaiknya Bunda mengenali pola umum buang air besar (BAB) pada bayi dan anak-anak. Pada umumnya, anak buang air besar sesering-seringnya 3 kali sehari dan sejarang-jarangnya sekali tiap 3 hari. Bentuk tinja tergantung pada kandungan air dalam tinja. Pada keadaan normal, tinja berbentuk seperti pisang. Dilihat dari kandungan airnya bentuk tinja bervariasi mulai dari “cair” (kadar airnya paling tinggi, biasanya terjadi pada diare akut), “lembek” (seperti bubur), “berbentuk” (tinja normal, seperti pisang), dan “keras” (kandungan air sedikit seperti pada keadaan sembelit). Pada bayi berusia 0-2 bulan, apalagi yang minum ASI, frekuensi buang air besarnya lebih sering lagi, yaitu bisa 8-10 kali sehari dengan tinja yang encer, berbuih dan berbau asam. Selama berat badan bayi meningkat normal, hal tersebut tidak tergolong diare, tetapi merupakan intoleransi laktosa sementara akibat belum sempurnanya perkembangan saluran cerna.

Kamis, 02 Mei 2013

Kiat Mengendalikan Amarah Pada Anak

Terkadang, anak-anak  bisa melakukan hal-hal yang membuat kita marah. Kenakalan anak  sangat wajar terjadi. Rasa marah atau kesal karena kenakalan anak memang  tidak dilarang. Tapi, jangan meluapkannya dengan membentak atau memarahi  anak dengan nada tinggi dan kasar, bahkan kekerasan fisik sekalipun. Ada  beberapa kiat untuk mengatasi kemarahan pada anak:
Saat anak mulai mengesalkan dan membuat marah, tariklah nafas dalam-dalam secara perlahan. Tindakan ini akan mencegah Anda berkata kasar atau membentak si anak. Ulangi beberapa kali sampai perasaan sedikit tenang, sebelum Anda mengatakan atau berbuat apapun. Setelah tenang, otak pun akan berpikir lebih jernih sehingga Anda bisa mengontrol apa yang akan Anda bicarakan nantinya. 2. Ketika amarah mulai memuncak, memang sulit mengontrol diri. Tapi ingat, Anda sedang berhadapan dengan anak Anda sendiri. Cobalah pikirkan sifat-sifat positif yang ada pada diri si anak. Bayangkan bagaimana lucunya dia saat mulai belajar merangkak atau saat dia tertawa polos ketika Anda ingin memotretnya. Mengingat hal-hal baik dari anak, akan membantu Anda meredakan kemarahan dan bertindak lebih terkontrol. 3. Setelah berhasil mengontrol diri, ajak anak Anda bicara dari hati ke hati. Dalam hal ini, bertindaklah seperti teman. Posisikan tubuh Anda sejajar dengan tinggi badannya, tatap mata lalu bicara dengan nada pelan. Tanyakan kenapa dia berbuat sesuatu yang membuat Anda marah, apa yang diinginkannya. Sebaliknya, jangan menyuruhnya harus begini atau begitu. 4. Belajarlah lebih sensitif terhadap perasaan anak. Ketahui apa yang ditakutinya, keinginan, ketertarikan dan apa yang tidak disukainya. Dengan memahami anak, maka Anda bisa menyikapi masalah sesuai sudut pandang si anak. 5. Jika memang rasa marah seperti tidak bisa ditahan lagi, pergilah sebentar sebelum memulai pembicaraan dengan anak. Tinggalkan dia ke ruangan lain, jernihkan pikiran sebentar. Setelah lebih tenang, Anda bisa berkomunikasi lagi dengan anak Anda.

Read more http://www.infospesial.net/5951/5-tips-menahan-emosi-saat-memarahi-anak/
  • Saat anak mulai  mengesalkan dan membuat marah, tariklah nafas dalam-dalam secara  perlahan. Tindakan ini akan mencegah Bunda berkata kasar atau membentak  si anak. Ulangi beberapa kali sampai perasaan sedikit tenang, sebelum  Bunda mengatakan atau berbuat apapun. Setelah tenang, otak pun akan  berpikir lebih jernih sehingga Bunda bisa mengontrol apa yang akan Bunda  bicarakan nantinya. Jika memang rasa marah sepertinya tidak bisa ditahan lagi, pergilah  sebentar sebelum memulai pembicaraan dengan anak. Tinggalkan dia ke  ruangan lain, jernihkan pikiran sebentar. Setelah lebih tenang, Bunda  bisa berkomunikasi lagi dengan anak Bunda.
  • Ketika amarah mulai memuncak, memang sulit mengontrol diri. Tapi  ingat, Bunda sedang berhadapan dengan anak Bunda sendiri. Anak berbeda dengan orang dewasa, anak bukan miniatur orang dewasa, mereka berpikir dan bersikap dengan "caranya" sendiri sehingga dengan Bunda menyadari hal ini maka akan  membantu Bunda meredakan kemarahan. Di sinilah peran Bunda untuk membantunya belajar mengungkapkan perasaan, menyatakan keinginan dengan cara yang benar. Dalam hal ini, bertindaklah seperti teman. Posisikan tubuh Anda  sejajar dengan tinggi badannya, tatap mata lalu bicara dengan nada  pelan. Tanyakan kenapa dia berbuat sesuatu yang membuat Bunda marah, apa  yang diinginkannya. Sebaliknya, jangan menyuruhnya harus begini atau  begitu.  Belajarlah lebih sensitif terhadap perasaan anak. Ketahui apa yang  ditakutinya, keinginan, ketertarikan dan apa yang tidak disukainya.  Dengan memahami anak, maka Bunda bisa menyikapi masalah sesuai sudut  pandang si anak.
  • Jaga kondisi Bunda dari rasa lelah yang berlebihan dan lapar. Karena kedua keadaan tersebut, jika salah satunya terjadi pada Bunda, Bunda akan sangat gampang terpancing emosi, apalagi jika kedua keadaan tersebut bergabung ada pada diri Bunda. Maka, alangkah baiknya jika Bunda terlalu lelah, sebaiknya anak-anak bisa dititipkan misal pada ayahnya untuk sejenak Bunda bisa istirahat atau tidur. Sempatkan makan sesibuk apapun Bunda, apalagi jika Bunda sedang menyusui.
  • Saat Bunda hendak marah, maka ingatlah untuk tidak sembarangan dalam mengeluarkan perkataan. Jangan beri stempel negatif seperti, "anak nakal", "anak pembangkang", dll. Ucapan adalah doa, apalagi jika itu berasal dari perkataan seorang ibu. Semoga apa yang keluar dari perkataan kita saat marah pada anak adalah hal-hal baik. Jika saya marah, saya jadi ingat dengan kisah syaikh Abdurrahman As-Sudais, seorang ulama dan imam besar Masjidil Haram. Akhirnya, kalau saya marah kepada putri saya, Shofiya (2,5 tahun), "Shofiya...jadi anak sholehah ya Nak, hafidzoh, dokter muslimah yang bermanfaat bagi umat, Allahu yahdikum (semoga Allah memberimu petunjuk), Baarakallahu fiyk (semoga Allah memberimu keberkahan)." Atau saya diam.
Saat anak mulai mengesalkan dan membuat marah, tariklah nafas dalam-dalam secara perlahan. Tindakan ini akan mencegah Anda berkata kasar atau membentak si anak. Ulangi beberapa kali sampai perasaan sedikit tenang, sebelum Anda mengatakan atau berbuat apapun. Setelah tenang, otak pun akan berpikir lebih jernih sehingga Anda bisa mengontrol apa yang akan Anda bicarakan nantinya. 2. Ketika amarah mulai memuncak, memang sulit mengontrol diri. Tapi ingat, Anda sedang berhadapan dengan anak Anda sendiri. Cobalah pikirkan sifat-sifat positif yang ada pada diri si anak. Bayangkan bagaimana lucunya dia saat mulai belajar merangkak atau saat dia tertawa polos ketika Anda ingin memotretnya. Mengingat hal-hal baik dari anak, akan membantu Anda meredakan kemarahan dan bertindak lebih terkontrol. 3. Setelah berhasil mengontrol diri, ajak anak Anda bicara dari hati ke hati. Dalam hal ini, bertindaklah seperti teman. Posisikan tubuh Anda sejajar dengan tinggi badannya, tatap mata lalu bicara dengan nada pelan. Tanyakan kenapa dia berbuat sesuatu yang membuat Anda marah, apa yang diinginkannya. Sebaliknya, jangan menyuruhnya harus begini atau begitu. 4. Belajarlah lebih sensitif terhadap perasaan anak. Ketahui apa yang ditakutinya, keinginan, ketertarikan dan apa yang tidak disukainya. Dengan memahami anak, maka Anda bisa menyikapi masalah sesuai sudut pandang si anak. 5. Jika memang rasa marah seperti tidak bisa ditahan lagi, pergilah sebentar sebelum memulai pembicaraan dengan anak. Tinggalkan dia ke ruangan lain, jernihkan pikiran sebentar. Setelah lebih tenang, Anda bisa berkomunikasi lagi dengan anak Anda.

Read more http://www.infospesial.net/5951/5-tips-menahan-emosi-saat-memarahi-anak/